Gak Disangka! Begini Sejarah Pendidikan Indonesia di Zaman Jepang

Table of Contents

Pendidikan di Indonesia pada Zaman Penjajahan Jepang Pendidikan di Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang

Halo, teman-teman! Siapa sih yang gak penasaran sama sejarah pendidikan di negara kita? Nah, kali ini kita bakal ngulik bareng soal pendidikan di Indonesia pas zaman penjajahan Jepang.

Tahu sendiri kan, tahun 1942 Belanda menyerah dan Indonesia resmi dikuasai Jepang. Nah, pas banget nih, pendidikan yang sebelumnya udah jalan di zaman Belanda langsung dirombak total. Semua sekolah ditutup, dan baru dibuka lagi dengan sistem yang baru. Konon sih, sistem baru ini dibikin buat narik hati rakyat Indonesia.

Penasaran kayak apa sistem pendidikannya? Yuk, kita bedah satu per satu!

Sistem Pendidikan Zaman Jepang

Secara garis besar, sistem pendidikan ala Jepang ini dibagi jadi beberapa jenjang, dari yang paling bawah sampai paling atas.

  • Pendidikan Dasar (Gokumin Gakko): Ini setara dengan Sekolah Dasar atau Sekolah Rakyat zaman sekarang. Jenjang ini berlangsung selama 6 tahun. Yang keren, sekolah ini dibuka buat siapa aja, gak peduli status sosial. Jadi, semua rakyat Indonesia, mau dari kalangan atas atau bawah, bisa ngerasain pendidikan yang sama. Keren, kan?

  • Pendidikan Lanjutan (Shoto Chu Gakko): Setelah tamat SD, lanjut deh ke jenjang ini. Durasi belajarnya 3 tahun, sama kayak SMP zaman sekarang. Di sini, siswa bakal dapet pendidikan lanjutan dari yang udah mereka pelajari di jenjang dasar.

  • Pendidikan Menengah (Chu Gakko): Nah, kalau yang ini setara dengan SMA. Belajarnya juga 3 tahun. Di jenjang ini, pelajaran yang diberikan lebih terarah, disesuaikan dengan minat dan bakat siswa.

  • Pendidikan Kejuruan (Kogyo Gakko): Ini buat yang suka belajar hal-hal praktis. Pendidikan kejuruan ini fokus banget sama keahlian yang spesifik. Tujuannya biar siswanya siap terjun langsung ke masyarakat.

  • Pendidikan Tinggi: Jenjang universitas emang gak ada, tapi diganti dengan pendidikan tinggi. Jepang cuma buka dua sekolah tinggi, yaitu Sekolah Tinggi Kedokteran dan Sekolah Tinggi Teknik Bandung.


Pelatihan untuk Guru dan Siswa

Gak cuma sistemnya aja yang diubah, Jepang juga ngadain pelatihan khusus buat para guru. Tujuannya sih biar mereka bisa nyebarin ideologi Jepang. Materinya juga macem-macem, lho:

  • Ideologi Persaudaraan: Guru-guru diajarin soal Hakko Ichiu, yaitu slogan persaudaraan ala Jepang buat kawasan Asia Timur Raya.

  • Semangat Jepang: Mereka dilatih secara militer dan disuntikkan semangat Nippon Seisyin dalam mendidik siswa.

  • Bahasa dan Budaya: Tentu saja, mereka juga diajarin bahasa, sejarah, dan adat istiadat Jepang.

  • Olahraga dan Lagu Jepang: Para guru juga dilatih olahraga Jepang dan disuruh hafal lagu-lagu Jepang.

Gak cuma guru, para siswanya juga dapet pembinaan ketat! Tujuannya biar mereka disiplin dan taat sama kewajiban harian di sekolah. Kira-kira, apa aja sih kewajibannya?

  • Nyanyi Lagu Kebangsaan Jepang: Setiap pagi, siswa wajib nyanyi lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo.

  • Hormat Bendera dan Kaisar: Setiap pagi, mereka juga harus ngibarin bendera Jepang, Hinomura, sambil nunduk menghadap timur buat hormat sama Kaisar Jepang, Tenno Haika.

  • Sumpah Setia: Mereka harus ngucapin sumpah setia Dai Toa buat cita-cita Asia Raya.

  • Senam dan Fisik: Setiap pagi ada senam Taiso dan latihan fisik ala militer Jepang.

  • Pakai Bahasa Indonesia: Selain bahasa Jepang, bahasa pengantar yang digunain di sekolah adalah bahasa Indonesia.

Nah, itu dia potret pendidikan di Indonesia pas zaman penjajahan Jepang. Meskipun banyak aturannya, sistem yang mereka bikin ini sedikit banyak masih ada lho pengaruhnya di sistem pendidikan kita sampai sekarang. Ada yang tahu, gak, kira-kira apa aja?

Posting Komentar